Seni Helaran Pelung Manggung

Pelung Manggung di Helaran Seni Pilkada Jabar 2018

Perceka.org – Seni helaran (pawai) tari Pelung Manggung di awal tahun 2018 ini diundang untuk tampil pada acara pawai seni tradisi dalam rangkaian kegiatan penetapan calon gubernur Pilkada Jawa Barat. Acara yang diselenggarakan Selasa (9/01) ini dimulai dengan rute dari Stadion Persib Sidolig, Jl. Jend. Ahmad Yani, melewati kantor Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat di Jl. Garut, kemudian berbelok dan berakhir di Jl. Laswi, Kota Bandung.

Tari Pelung Manggung merupakan sajian pertunjukan yang dapat ditampilkan di luar ruangan, baik berupa pawai (rombongan bergerak) maupun tari pertunjukan di sebuah lokasi khusus. Gerakan, kostum, dan pola-pola lantai diadaptasi dari ayam Pelung, yang merupakan satwa endemik asal Cianjur.

Selain ditampilkan di luar ruangan, tari Pelung Manggung juga memliki sajian khusus untuk ditampilkan di dalam ruangan, berupa tari kelompok putri. Tarian ini diciptakan oleh Tatang Setiadi, ketua Yayasan Perceka Art Centre, Cianjur.

Dalam acara tersebut, Pelung Manggung tampil dengan atraktif dan energik, membawa kesenian daerah khas Cianjur di tingkat Jawa Barat. Selain tari Pelung Manggung, dalam acara tersebut juga ditampilkan puluhan jenis seni pawai tradisional dari berbagai daerah lainnya di Jawa Barat yang tak kalah memukau. [INS]

Persiapan di Stadion Persib Sidolig, Bandung
Persiapan di Stadion Persib Sidolig, Bandung
Pelung in action
Pelung in action

Pemecahan Rekor Ayam Pelung Raksasa

103_0364Ayam pelung merupakan satwa endemik khas dari kabupaten Cianjur, dan telah menjadi ikon kota Cianjur sejak lama. Hal ini yang dilirik oleh salah satu hotel di Cipanas untuk meningkatkan daya tarik kunjungan wisata ke daerah Cianjur, khususnya daerah Cipanas.

Rekor baru tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) atas pencapaian karya yang belum pernah ada dan memiliki ukuran luar biasa, yaitu replika ayam pelung raksasa setinggi 7 meter, diameter 4,5 meter, panjang ekor 3 meter, dengan berlapiskan 80 kg batik. Rekor tersebut diresmikan oleh Ahmad Syarif dari perwakilan MURI, dengan didampingi Wiwin dari manajemen hotel, dan wakil bupati Cianjur Suranto.

Perceka Art Centre ikut berpartisipasi dalam penyelenggaraan peresmian rekor baru tersebut, karena memiliki kaitan erat dengan karya-karya seni tentang ayam bersuara melengkung ini. Tatang Setiadi sebagai kreator tari Pelung Manggung dan penulis buku Asal-usul Hayam Pelung diundang sebagai pemateri seminar tentang nilai-nilai sejarah asal muasal ayam pelung. Tim karawitan dan tari Pelung Mangung dikerahkan untuk prosesi tradisional peresmian ayam pelung raksasa tersebut.

Setelah peresmian dan peluncuran rekor, tim kacapi kontemporer Seuweu Perceka dipercaya untuk mengiringi peragaan busana batik yang diperagakan oleh Komunitas Remaja Batik Indonesia. Dalam peragaan batik tersebut, juga diselingi oleh tarian jaipongan oleh para penari cilik. Selain berbagai penampilan seni, digelar pula pameran lukisan kaligrafi aksara Sunda, bazaar berbagai kerajinan dan plasma nutfah khas Cianjur lainnya.*iNs