Juli 10, 2020

Pendidikan Kesetaraan Masih Dipandang Sebelah Mata

Kegiatan LPDPKTN yang dilaksanakan baru kali pertama ini, diwarnai pula dengan pagelaran seni tari Puspajanti dari Yayasan Kecantikan Agung Denpasar, Bali dan Seni Cianjuran dari Sanggar Perceka Cianjur pimpinan Tatang S. LPDPKTN, sekaligus dijadikan ajang pertemuan para tutor pengelola PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat).
Dalam LPDPKTN yang berlangsung sehari itu, menggelar tes tertulis mata pelajaran Matematika, dan bahasa Indonesia, dan berbeda pula dengan tes yang biasa digelar di lingkungan pendidikan formal. Penampilan mereka pun sangat berbeda, yaitu mengenakan baju bebas, dan banyak yang menggunakan sandal jepit seperti peserta dari PKBM Bina Mandiri, Tebet, Jakarta Selatan.
Mereka yang menjadi juara, kata Himam Haris, masih didominasi peserta dari DKI Jakarta dan Jawa Barat, masing-masing juara I Program Paket A, diraih Oktanas AR dari PKBM Bina Insani Mandiri, Depok, Jabar, juara I Program Paket B, Yunita Manurung dari Kalimantan Selatan, Juara I Program Paket C, Bastian Agus dari LPMD Widyatama, Sukabumi.
Para juara menerima hadiah uang pembinaan mulai dari Rp6,5 juta untuk para juara I, sedangkan para juara harapan 1 s/d III masing-masing memperoleh uang pembinaan Rp2,5 juta.

Puncak Acara 100 Tahun Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2008 di Cianjur

Upacara Peringatan 100 Tahun Hari Kebangkitan Nasional di Cianjur berlangsung pada Rabu (21/5), dengan Inspektur Upacara Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh.

Acara ini dihadiri oleh unsur Muspida, Ketua DPRD dan Anggota, Ketua MUI Cianjur, Pejabat TNI, Polri dan Sipil, Pejuang 45, Ormas, GOW, PKK Kab. Cianjur, LSM serta sejumlah undangan sebanyak 1000 orang, bertempat di Lapangan Prawatasari Cianjur.

Upacara Harkitnas Cianjur pada Rabu 21 Mei 2005 di Lap. Prawitasari. (Infokom Cianjur)

Bupati Cianjur H. Tjetjep Muchtar Soleh membacakan sambutan tertulis Presiden Republik Indonesia yang berpesan bahwa bangsa kita tengah menghadapi tantangan yang berat, yang semuanya berasal dari luar. Dunia kini dihantui oleh krisis pangan, krisis energi, dan ancaman resesi ekonomi.

Dalam sambutannya Presiden mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk terus meningkatkan ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan ekonomi kita. Semua ini, suka atau tidak suka, akan berdampak bagi Indonesia, karena itu adalah bagian dari sistem perekonomian dunia.

Dalam upacara peringatan tersebut, Bupati Cianjur menyerahkan piagam penghargaan kepada : Hj. Rina Mardiah, SH, MH, Ketua LSM Perempuan Berkoalisi Cianjur ; Hj. Titin Swastini, SH, Ketua LSM Kaukus Perempuan Politik Indonesia, sebagai mitra kerja Pemerintah Kabupaten Cianjur, yang berperan aktif, dalam pembinaan dan penanganan Gerakan Kebangkitan Perempuan di Kabupaten Cianjur ; Ustadz Djalaludin Isa, Pimpinan Yayasan Bina Ahlaq Kabupaten Cianjur, sebagai mitra Pemerintah Kabupaten Cianjur, yang berperan aktif dalam pembinaan dan penanganan Gerakan Kebangkitan Ahlaq di Kabupaten Cianjur ; dan Tatang Setiadi, Ketua Perceka ART Centre Kabupaten Cianjur, sebagai mitra dalam gerakan kebangkitan, seni mamaos di Kabupaten Cianjur.

Pemusnahan Miras disaksikan masyarakat umum, aparat, dan ulama Cianjur. (Infokom Cianjur)

Pada akhir upacara peringatan Harkitnas, Bupati beserta Muspida, Ketua MUI, dan Ketua TP PKK Cianjur secara simbolis memimpin pemusnahan Miras sebanyak 12.000 botol. (Sumber: Dinas Infokom Kab. Cianjur)