Petik Kecapi ke Berbagai Negeri

Petik Kecapi ke Berbagai Negeri

Tubuhnya mungil. Wajah kenesnya sering kali tersipu di balik kerudung putihnya. Usianya masih sangat muda, 13 tahun, dan baru duduk di kelas II Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Cianjur. Prestasinya telah mendunia.

Tari Pinasti, atau biasa disapa Ade, memiliki segudang prestasi. Itu bisa ditengok di rumah orang tuanya di Jalan Suroso, Cianjur.

Di sepanjang dinding ruang tamu yang menyatu dengan ruang keluarga terpajang berbagai trofi, piagam, dan foto-foto sewaktu manggung di berbagai belahan dunia. Dia piawai menembang dan bermain kecapi.

Malaysia, Thailand, hingga Amerika Serikat sudah pernah Ade injak. “Terakhir, aku baru pulang dari Laos mengikuti festival seni dan budaya tradisional ASEAN,” tuturnya.
Continue reading “Petik Kecapi ke Berbagai Negeri”

Pendidikan Kesetaraan Masih Dipandang Sebelah Mata

Cianjur, Pelita
Disaat-saat pemerintah terus menggalakkan pendidikan kesetaraan, memang masih ada beberapa pihak yang memandang dengan sebelah mata terhadap pendidikan kesetaraan, yang pada umumnya diikuti oleh warga masyarakat yang kurang mampu.
Untuk mengetahui sejauhmana perkembangan peserta warga belajar di berbagai tingkatan program diantaranya dilaksanakan Lomba Peserta Didik Pendidikan Kesataraan Tingkat Nasional (LPDPKTN), kata Drs Himam Haris, MPd, Kasubdin PLSP (Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda) pada Dinas P dan K Kabupaten Cianjur, Jabar, yang juga Ketua Panitia Lokal LPDPKTN di Cisarua Bogor kepada Pelita, Selasa (29/1/2009).
Menurutnya, warga belajar di lingkungan pendidikan non formal memiliki kekhasan tersendiri, karena tidak dibatasi usia. Malahan untuk Program Paket A yang setara dengan sekolah dasar (SD), ada yang memiliki siswa yang masih berumur lima tahun dan yang tertua berumur 72 tahun.
Continue reading “Pendidikan Kesetaraan Masih Dipandang Sebelah Mata”