Asal-usulna Hayam Pelung jeung Dongeng-dongeng Cianjur Lianna

Buku Dongeng Karya Tatang Setiadi

Telah terbit!
Buku kumpulan dongeng berbahasa Sunda karya Tatang Setiadi yang menceritakan saksala, legenda, mitos dan cerita-cerita lainnya tentang Cianjur. Buku ini diterbitkan oleh PT. Kiblat Buku Utama Bandung, berisi sembilan judul dongeng yang lekat dengan tradisi masyarakat Cianjur dari masa ke masa.

Judul Buku : Asal-Usulna Hayam Pelung jeung Dongeng-dongeng Cianjur Lianna
Penulis : Tatang Setiadi
Editor : Dedy Windyagiri
Penerbit : PT. Kiblat Buku Utama-Bandung
Rancangan jilid: R. Sacadipura
Ilustrasi : R. Sacadipura
Jumlah halaman: 111 + sampul
Harga jual : Rp. 25.000

Dongeng yang terdapat di dalam buku ini yaitu:

Asal-Usulna Hayam Pelung
Menceritakan asal-usul munculnya ayam pelung yang menjadi ikon Cianjur dan telah dipatenkan sebagai plasma nutfah asli Cianjur. Bermula dari ilapat yang diperoleh oleh Mama Djarkasih, seorang pemuka agama di Pesantren Bunikasih untuk mengamban amanat berupa titipan seekor anak ayam. Setelah anak ayam itu dewasa, ternyata memiliki suara yang sangat indah, shingga ayam tersebut disebut dengan “Ayam Pelung”.

Sasakala Panguyangan Badak Putih
Dongen ini menceritakan tentang asal mula terjadinya istilah Panguyangan badak putih yang saat ini lokasinya terdapat di pojok areal Pegadaian Cianjur yang dulu merupakan bagian dari Alun-alun Cianjur. Cerita Sasakala Pangguyangan Badak Putih ini diramu dengan bahasa satir namun mudah dicerna baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Apakah benar di Cianjur pernah hidup sosok Badak Putih?

Dongeng Sasakala Gunung Padang
Sebuah situs arkeologi yang sangat besar terdapat di kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur, eksistensinya kini semakin mencuat dan semakin banyak orang tertarik untuk mengunjunginya dengan berbagai tujuan. Tatang Setiadi meracik sebuah dongeng sasakala yang menarik untuk diceritakan dan melengkapi khasanak budaya yang terdapat di Situs Megalitikum Gunung Padang. Caang padang narawangan…..

Dongeng-dongeng lainnya yang sangat menarik untuk dibaca cukup memberikan rasa kepenasaranan yang tinggi bagi masyarakat cianjur khususnya, dan urang Sunda pada umumnya mengenai dongeng-dongeng yang berkenaan dengan jaranitra, sasakala dan legenda. Dongen lain yang diceritakan dalam buku ini yaitu; Jayasasana Medal Sila, Sasakala Walungan Citarum, Pajaratan Kabayan, Carita Sempalan Sajarah Cianjur, Jangari nu Kalindih dan Carita Kuda Kosong.

Keseluruhan dongeng dalam buku ini ditulis dengan menggunakan bahasa Sunda yang mudah dimengerti dan disesuaikan dengan konteks keadaan sosial masyarakat saat ini sehingga membuat buku ini cocok untuk dibaca oleh berbagai jenjang usia. Dengan disertai beberapa gambar ilustrasi, cukup membuat pembaca bisa menggambarkan keadaan tempat maupun tokoh dongeng dalam cerita Tatang Setiadi.

Penasaran dengan isi ceritanya? terutama bagi orang Cianjur, tentunya dongeng-dongeng Cianjur ini sangat menarik untuk dibaca.[iNs]