Gelar Budaya di Bulan Puasa, Ngalanglang Gunung Padang

gerbang
Gerbang kawasan situs

Yayasan Perceka Art Centre melaksanakan kegiatan pergelaran seni budaya dengan tema Ngalanglang Gunung Padang, Kamis 1 Agustus 2013. Kegiatan ini dilaksanakan dari pagi sampai malam hari di Situs Megalit Gunung Padang kampung Gunung Padang, desa Karyamukti kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur dengan melibatkan masyarakat setempat dan Forum Masyarakat Peduli Gunung Padang. Dalam kesempatan ini turut hadir Direktur Pembinaan Kesenian dan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sulistyo S Tirtokusumo beserta staf, yang sekaligus membuka kegiatan secara simbolis.

Rangkaian acara dimulai dengan pelaksanaan arak-arakan pertunjukan lodong (meriam bambu) dan kendang penca untuk mengantar peserta khitanan masal berkeliling, dimulai dari panggung pertunjukan di depan halaman gerbang situs Gunung Padang. Arak-arakan berakhir di panggung utama di area parkir bawah situs. Di panggung utama ditampilkan pertunjukan kendang pencak dan pencak silat dari beberapa padepokan silat yang ada di sekitar kawasan situs. Sebagai pelengkap untuk mengantar kegiatan di bulan Ramadhan, acara dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Kyai Khoerul Anam, tokoh pemuka agama di kabupaten Cianjur. Untuk menambah keberkahan di bulan suci Ramadhan, Yayasan Perceka Art Centre juga membagikan santunan berupa sembako kepada masyarakat setempat yang kurang mampu. Antusias yang begitu tinggi ditunjukan masyarakat sekitar dengan menghadiri dan mengapresiasi pertunjukan seni yang disajikan di dua lokasi panggung.

silat
Penampilan Pencak Silat dan Kendang Pencak di panggung utama

Sementara kegiatan di panggung utama berlangsung, di panggung pertunjukan halaman gerbang situs ditampilkan berbagai kesenian tradisional khas Sunda lainnya. Sedangkan kelompok pelukis Cianjur turut berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan mengabadikan momen ini melalui lukisan. Kesenian yang dipergelarkan di panggung ini antara lain seni tembang sunda mamaos Cianjuran, kacapi suling, tarawangsa, karinding, celempungan, dan kacapi kawih. Pergelaran ini melibatkan seniman-seniman lokal yang telah berkecimpung dalam bidangnya masing-masing, untuk mendukung upaya pengabdian Yayasan Perceka Art Centre kepada masyarakat situs Gunung Padang.

karinding
Seni Karinding-celempung di panggung atas

Pada sore hari acara ngabuburit diisi dengan apresiasi seni karinding-celempung, sambil menunggu waktu berbuka puasa. Acara kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama antara seniman dan masyarakat setempat. Setelah melaksanakan taraweh bersama, acara dilanjutkan dengan mengarak obor ke puncak Gunung Padang untuk Ngalanglang Gunung Padang. Di puncak situs, kegiatan ditutup dengan do’a bersama untuk keselamatan dan kesejahteraan negri yang dipimpin tokoh agama setempat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *