September 25, 2020

Seniman-Budayawan Gelar Diskusi Gunung Padang

Oleh: Benny Bastiandy
Jabar – Sabtu, 28 Januari 2012 | 20:00 WIB

Divisi ESDM dan LH DPD PDI Perjuangan Provinsi Jabar bekerjasama dengan Lokatmala Institute menggelar diskusi bertema ‘Ngamumule Situs Gunung Padang’, Sabtu (28/1/2012). – inilah.com/Benny Bastiandy

INILAH.COM, Cianjur – Divisi Energi Sumber Daya Manusia dan Lingkungan Hidup DPD PDI Perjuangan Provinsi Jabar bekerjasama dengan Lokatmala Institute menggelar diskusi bertema ‘Ngamumule Situs Gunung Padang’, Sabtu (28/1/2012). Kegiatan yang dipusatkan di Yayasan Perceka Art Center di Jalan Suroso Cianjur itu dihadiri sejumlah seniman, budayawan, dan berbagai elemen lainnya.

Direktur Lokatmala Institute Eko Wiwid mengatakan, tema yang diusung memiliki arti peristiwa budaya dan gerakan moral pemulyaan alam dan lingkungan sekitar situs yang terletak di Desa Karyamukti Kecamatan Campaka itu. Menurut Eko, situs Megalitikum Gunung Padang merupakan salah satu peninggalan sejarah peradaban manusia di Indonesia.

“Dialog ini merupakan rangkaian kegiatan yang puncaknya akan kami gelar Minggu (29/1/2012) di lokasi situs. Kegiatan besok, merupakan bentuk penyadaran sadar lingkungan yang dikemas sebagai kegiatan sosial melalui berbagai seni refleksi, pertunjukan, seperti teatrikal, tari dan musik tradisional, pembacaan puisi atau sajak, monolog, dan lainnya,” terang Eko kepada INILAH.COM, Sabtu (28/1/2012).

Menurut Eko, gerakan sosial dan budaya ini merupakan bentuk upaya menumbuhkembangkan kesadaran pemuliaan alam dan kepedulian terhadap nilai-nilai sejarah dalam rangka memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Ketua Divisi ESDM-LH DPD Provinsi Jabar Saep Lukman mengatakan, Situs Megalitikum Gunung Padang merupakan bukti sejarah di Cianjur. Keberadaannya secara jelas dan nyata menunjukan kejeniusan dan mampu menciptakan sesuatu yang bisa mendorong masyarakat lebih sadar dan peduli terhadap lingkungan maupun pengetahuan alam.

“Situs Megalitikum Gunung Padang yang konon tercipta ribuan tahun silam, kini memang hanyalah tumpukan batu andesit dengan berbagai ukuran. Namun dibalik semua itu, jika ditelusuri lebih dalam, setiap milimeter area situs menyimpan nilai sejarah yang tentunya sangat besar kaitan ilmu pengetahuan dan ajaran-ajaran rasa,” kata Saep yang juga sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cianjur itu.[ang]

sumber: http://www.inilahjabar.com/read/detail/1823969/seniman-bubayawan-gelar-diskusi-gunung-padang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *