November 1, 2020

Shooting Cita-Citaku TRANS7 di Sanggar Perceka (eps. Tari Pinasti)

TRANS7 kembali berkunjung ke Sanggar Perceka di jalan suroso nomor 58 Cianjur dengan tiga orang crew liputan yaitu Mas Wahyu Eko, Mas Rama dan Kang Ubet. Kali ini kedatangan mereka untuk meliput profil Tari Pinasti dalam program anak-anak “Cita-citaku”. Shooting dilaksanakan selama 4 hari dengan melibatkan Tari Pinasti sebagai sosok utama dan lingkungan sanggar beserta aktifitas pembinaan kesenian Sunda di Perceka Art Centre.

Hari Pertama, pengambilan gambar dilakukan malam hari di Kebun Seni Bandung, Jl. Taman Sari-Bandung bersamaan dengan acara apresiasi seni dan sastra Sunda bersama seniman dan budayawan Sunda dalam rangka perayaan malam pergantian tahun baru 2010-2011. Kebetulan saat itu Sanggar Perceka diundang oleh Saung Sastra Lembang untuk mengisi aransemen musik Sunda dalam sajian musikalisasi sajak Sunda bersama mereka. Dalam acara apresiasi seni-sastra Sunda ini ditampilkan berbagai pertunjukan. beberapa adegannya juga diambil oleh tim dari TRANS7. Saat Saung Sastra Lembang dipanggil oleh pembawa acara untuk tampil, pengambilan gambar semakin difokuskan kepada penampilan mereka karena Tari Pinasti juga ikut bermain Kacapi. Acara di Kebun Seni Bandung berlangsung hingga pergantian tahun baru lewat, ditutup oleh penampilan Bi Raspi bersama tim Ronggeng Gunung dari Ciamis. Setelah acara selesai, tim TRANS7 bersama Sanggar Perceka langsung kembali ke Cianjur untuk pengambilan gambar di Siang harinya. Selamat tahun baru 2011. . . . .

Hari ke dua, Sanggar Perceka menjadi tempat shooting aktifitas keseharian Tari Pinasti dari mulai bangun tidur hingga melatih anak-anak berlatih kacapi. Ceritanya Tari Pinasti telat ikut jadwal latihan kacapi (sebagai pelatih) dan dimarahi oleh Tatang Setiadi (ayah sekaligus pelatihnya) karena kesiangan bangun. Saat dilakukan pengambilan gambar latihan kacapi, memang diluar jadwal latihan rutin Sanggar Perceka namun anak-anak yang ikut proses shooting tersebut memang peserta pelatihan yang sebenarnya, jadi tidak dibuat-buat seakan sedang latihan lho! Anak-anak yang ikut pengambilan gambar saat latihan kacapi ini sangat antusias dan cukup kooperatif saat proses shooting berlangsung. Aktfitas shooting saat latihan kacapi ini cukup memotivasi mereka untuk lebih bersemangat, belajar dan giat berlatih. Terus semangat ya adik-adik! 🙂

Bersama anak-anak yang berlatih kacapi

Hari ke tiga, Situs megalitikum Gunung Padang dipilih sebagai lokasi pengambilan gambar karena memiliki pemandangan alam yang eksotis. Di lokasi ini dilakukan pengambilan adegan proses latihan untuk persiapan penampilan Tari Pinasti sebagai delegasi Indonesia dalam kegiatan festival kesenian tingkat internasional. Sebagai pendamping dan pelatih Tari Pinasti, Tatang Setiadi (ayah Tari) diikutsertakan dalam proses pengambilan adegan ini. Adegan yang diambil adalah saat Tari berlatih kacapi di alam terbuka bersama dua rekannya dari Sanggar Perceka, bersama Tatang Setiadi sebagai Pembimbing. Kemudian diambil juga adegan saat tari mempertunjukkan tarian Sunda untuk ditampilkan di luar negri. Waktu shooting dilakukan dari pagi hingga siang hari dan dilanjutkan kembali di Sanggar Peceka. Sore harinya dilanjutkan pengabilan adegan saat Tari Pinasti belajar bahasa Inggris bersama Seorang instruktur bahasa Inggris dari Sanggar Perceka untuk keperluan bercakap-cakap di luar negri. Selain untuk kebutuhan shooting, bahasa Inggris juga rutin diajarkan kepada anak-anak peserta pelatihan seni di Sanggar Perceka sebagai kebutuhan komunikasi bila ada wisatawan asing yang berkunjung ke sanggar perceka. Next!

On Location: Situs Megalitkum Gunung Padang-Cianjur

Hari ke empat (terakhir), Saat Tari Pinasti akan berangkat ke tempat latihan tari Rutin Sanggar Perceka, ternyata kostum tarinya sedikit rusak, kemudian Tari Pinasti memperbaikinya, setelah selesai memperbaiki kostum tari, Tari Pinasti bergegas pergi untuk melatih tari Sunda kepada anak-anak. Itulah sepenggal adegan yang diambil di ruang kostum tari Sanggar Perceka, kemudian lokasi shooting berpindah ke Bale Seni Cianjur. Di Bale Seni Cianjur saat itu (senin,03/1) sedang diadakan pelatihan rutin tari tradisi sunda oleh Sanggar Perceka dengan jumlah peserta mancapai 50-an orang dari mulai anak-anak hingga dewasa, sehingga shooting-pun melibatkan seluruh peserta pelatihan yang hadir saat itu untuk menambah suasana ramai saat latihan tari. Selain saat Tari Pinasti melatihkan tari kepada anak-anak, beberapa anak peserta pelatihan taripun berkesempatan diambil gambar adegannya saat sedang menampilkan tarian jaipong dengan mengenakan kostum lengkap. Proses shooting Cita-citaku TRANS7 akhirnya selesai saat senja tiba. Horeee… 🙂
Saat latihan Tari Sunda

Naahhh, kira-kira seperti itulah saat dilakukan proses shooting di Sanggar Perceka Cianjur oleh tim Cita-citaku dari TRANS7. Perceka dipilih oleh tim liputan karena dianggap telah menghasilkan binaan yang sangat berprestasi hingga meraih penghargaan tingkat internasional, dalam hal ini, Tari Pinasti. Tari Pinasti sebagai binaan Perceka bisa disebut “multitalented” khususnya dalam kesenian Sunda namun belum pernah ada peliputan khusus yang menayangkan profilnya. Oleh karena itu Cita-citaku TRANS7 sangat tertarik untuk menjadikan Tari Pinasti Sebagai sosok “cita-cita” anak-anak yang memeiliki minat dan bakat dalam kesenian. Semoga apa yang dilakukan oleh TRANS7 dengan mengangkat profil Tari Pinasti ke khalayak publik dapat memberkan motivasi kepada anak-anak Indonesia.
kiri: Mas Wahyu, kanan:Tari Pinasti "Cita-citaku"

Terima Kasih tim Cita-citaku TRANS7 (Mas Wahyu, Mas Rama dan Kang Ubet)

Salam persaudaraan dari Perceka Art Centre Cianjur 😉
Sukses selalu untuk TRANS7!
——————————————————————————————————————————————
Saksikan program Cita-citaku dari Senin-Jumat jam 13.30 WIB hanya di TRANS7!

Lihat Galeri foto untuk
Proses Shooting Cita-citaku TRANS7

10 thoughts on “Shooting Cita-Citaku TRANS7 di Sanggar Perceka (eps. Tari Pinasti)

    1. Terima kasih sudah memberi komentar di artikel ini. Untuk bisa diliput oleh televisi manapun di tempat adik sebaiknya ada potensi wisata atau kesenian yang khas dan menarik untuk disajikan. dan bila memungkinkan segera beritahukan ke pihak televisi terkait. Semoga cita-citanya dapat tercapai ya dik.
      Tetap Semangat!:D

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *