Juni 6, 2020

Perceka Sebagai Pusat Pembinaan Kesenian Sunda di Kabupaten Cianjur


Selama 32 tahun berdiri, Perceka terus eksis dalam kegiatan pelestarian, pembinaan dan pengembangan seni tradisi dan kebudayaan Sunda di Kabupaten Cianjur. Berbagai prestasi dan penghargaan telah diraih oleh Perceka dalam bidang ini. Alasan utama tetap eksisnya kegiatan di Sanggar Perceka yaitu asas kemandirian yang dimiliki oleh perceka sehingga tidak terpengaruh oleh anggaran daerah dan arus politik. Baru akhir-akhir ini saja mendapat angin segar dari Kementrian Pendidikan Nasional dengan dikucurkannya stimulan RB3 (Rintisan Balai Belajar Bersama) bagi lembaga yang telah lama berkiprah dalam pendidikan luar sekolah untuk lebih mengoptimalisasikan kegiatan pembinaan di Sanggar Perceka di bawah naungan Yayasan Perceka Art Centre-Cianjur. Meski demikian, kegiatan yang telah rutin berlangsung selama puluhan tahun ini tidak menjadi surut tapi malah bertambah dan lebih optimal seiring dengan perbaikan sarana-prasarana dan pembenahan manajemen operasional kegiatan Sanggar Perceka.

Kegiatan pembinaan kesenian Sunda yang dilakukan rutin oleh Perceka selain menghasilkan generasi yang terampil dalam berkesenian tradisi, juga menciptakan generasi yang berkarakter dan menghayati nilai-nilai kearifan lokal budaya daerahnya. Bentuk pembinaan kesenian di Sanggar Perceka dalam hal ini diantaranya berupa seni tari tradisi sunda, karawitan, sastra, drama, seni rupa dan kria.

Pembinaan tari tradisi Sunda klasik dilakukan setiap dua kali dalam seminggu pada sore hari yaitu pada hari Senin dan Kamis. Pelaksanaan pembinaan tari Sunda bertempat di Bale Seni Cianjur karena jumlah peserta yang sangat banyak hingga mencapai 150 orang setiap pelaksanaannya. Peserta pembinaan tari ini dari berbagai kalangan dan dipisahkan menurut jenjang dan tahap pelatihan. Peserta terbanyak berasal dari kalangan pelajar dan pra sekolah. Umumnya peserta yang hadir dan memiliki antusias yang sangat tinggi berasal dari siswa-siswi TK, SD, SMP dan remaja. Untuk tingkat dewasa banyak diikuti oleh guru-guru kesenian yang ada di kabupaten Cianjur. Dengan kegiatan ini diharapkan peserta yang mengikuti dapat memiliki kemampuan dalam gerak tari tradisi Sunda dan memiliki sikap positif terhadap sesamanya dalam perbuatan (baca:Tari sebagai seni indah dalam berbuat/bergerak).

Aktivitas pelatihan Tari Sunda Klasik untuk anak-anak

Di sanggar Perceka yang lokasinya berdekatan (hanya 1 blok dari Bale Seni Cianjur) rutin dilaksanakan kegiatan pembinaan karawitan dan sastra Sunda. Kegiatan Pembinaan karawitan dibagi menjadi dua materi yaitu kacapi dan gamelan (degung). Adapun pembinaan materi sastra Sunda dilakukan dengan cara pendampingan mandiri dari peserta pembinaan (warga belajar).

Pelatihan kacapi yang dilaksanakan rutin setiap hari Senin, Kamis, Jumat dan Sabtu sore diikuti oleh berbagai kalangan terutama generasi muda di Cianjur. Seperti dalam pembinaan tari, kebanyakan yang mengikuti pelatihan kacapi berusia dini dari kalangan pelajar TK, SD, SMP dan SMA. Selain pelajar, Guru-guru sekolahpun ternyata sangat antusias untuk belajar di Sanggar Perceka. Setelah pelaksanaan pelatihan kacapi, kamudian diadakan pelatihan gamelan degung untuk peserta yang sama atau peserta dari kelompok pembelajar lain. Dari kegiatan ini Sanggar Perceka hampir setiap hari ramai didatangi oleh warga belajar peserta pelatihan dan pembinaan kesenian Sunda.

Aktivitas pelatihan kacapi untuk anak-anak
Pembelajaran gamelan Sunda bagi remaja

Untuk kegiatan pembinaan lain seperti sastra, drama, seni rupa dan seni kria dilakukan pendampingan mandiri oleh instruktur dari Sanggar Perceka dan di hari lain di luar jadwal pembinaan karawitan di sanggar Perceka.

Dari seluruh aktivitas pelatihan dan pembinaan rutin yang dilaksanakan oleh Perceka menjadikan Perceka sebagai pusat pembinaan generasi muda dalam bidang seni tradisi budaya Sunda di kabupaten Cianjur. Jumlah Peserta keseluruhan yang aktif dalam kegiatan rutin di Sanggar Perceka mencapai 500-an orang dan berasal dari berbagai penjuru daerah Cianjur. Selain kegiatan yang dilakukan di Sanggar Perceka (pusat), pembinaan juga dilakukan oleh cabang sanggar perceka di beberapa daerah di kabupaten Cianjur, diantaranya di daerah Cikalong dan Cibeber.

Sebagai pusat Pembinaan kesenian di kabupaten Cianjur, Perceka sering diminta untuk membina siswa-siswa sekolah di Cianjur. Tidak hanya untuk kegiatan porseni saja tapi juga untuk kegiatan ekstrakulikuler. Perceka juga eksis dalam pembinaan delegasi daerah sebagai utusan untuk kegiatan pentas seni dan pertukaran pemuda antar provinsi setiap tahunnya. Hidupnya aktivitas Perceka ternyata menarik minat beberapa stasiun televisi swasta nasional untuk meliput dan melibatkan anak-anak peserta pembinaan dalam beberapa acara tentang tradisi, budaya, dan keindahan alam, diantaranya Laptop Si Unyil (Trans7), Surat Sahabat (TransTV), Jelajah (TransTV), Belajar Indonesia

tayangan program Surat Sahabat TransTV

Sebagai mitra daerah, Perceka juga selalu ikut serta dalam mengusung nama baik daerahnya. Terbukti beberapa prestasi tingkat nasional bahkan internasional telah disumbangkan kepada Cianjur. Prestasi dalam event Internasional tertinggi sebagai delegasi resmi Kemenbudpar yang pernah disumbangkan oleh Perceka untuk Indonesia adalah Peraih Tropi Perak dalam 14th Spring Friendship Festival di Pyongyang Korea Utara dari 56 begara peserta.
Tari Pinasti saat menjadi delegasi Indonesia di Korea Utara

Hingga sekarang, Sanggar Perceka terus beraktvitas, dan selalu ramai dikunjungi warga belajar yang ingin lebih mengenal budyanya (Sunda) dan bersilaturahmi. Dengan dukungan moril dari seluruh masyarakat, Perceka akan terus berupaya berjalan dalam pelestarian, pembinaan dan pengembangan kebudayaan nasional. Semoga Perceka dapat terus memberikan manfaat positif bagi masyarakat.[iNs]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *